Kota Malang Kota BERMARTABAT

Berdasarkan Visi dari Kota Malang yaitu menjadikan Kota Malang sebagai Kota “BERMARTABAT”.
Visi BERMARTABAT yakni :
  • ·         BERSIH
  • ·         MAKMUR
  • ·         ADIL
  • ·         RELIGIUS-TOLERAN
  • ·         TERKEMUKA
  • ·         AMAN
  • ·         BERBUDAYA
  • ·         ASRI
  • ·         TERDIDIK.

Terdidik adalah kondisi dimana semua masyarakat mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan peraturan perundangan. Amanat Undang-Undang nomer 12 tahun 2012 mewajibkan tingkat pendidikan dasar 12 tahun bagi seluruh warga negara Indonesia. Selain itu, diharapkan masyarakat akan mendapatkan pendidikan dan ketrampilan yang sesuai dengan pilihan hidup dan profesi masing-masing. Masyarakat yang terdidik akan senantiasa tergerak untuk membangun Kota Malang bersama dengan Pemerintah Kota Malang.


MENCIPTAKAN MASYARAKAT YANG MAKMUR, BERBUDAYA DAN TERDIDIK BERDASARKAN NILAI-NILAI SPIRITUAL YANG AGAMIS, TOLERAN DAN SETARA. (Visi: berbudaya, religius-toleran, terdidik dan aman)
Pada misi ini, pembangunan akan diarahkan untuk mengantarkan masyarakat Kota Malang menuju kesejahteraan yang terdistribusi secara merata. Kondisi ini ditandai dengan semakin meningkatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya angka pengangguran dan berkurangnya masyarakat miskin di Kota Malang.
Selain itu, misi ini juga akan mengantarkan masyarakat pada kondisi yang semakin berbudaya, dengan nilai-nilai religius-toleran yang ditandai dengan semakin meningkatnya pemahaman akan nilai-nilai tradisi, nilai-nilai agama, saling menghormati perbedaan, dan tidak adanya konflik dan kekerasan atas nama SARA di Kota Malang. 
Dengan demikian, kondisi masyarakat diharapkan akan tertib dan aman, yang ditandai dengan minimnya angka kriminalitas, dan semakin terjaminnya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Misi ini juga akan mendorong keberlangsungan pendidikan di Kota Malang menjadi lebih baik. Pendidikan masyarakat secara formal maupun non-formal menjadi prioritas dalam misi ini. Peningkatan kondisi masyarakat terdidik di Kota Malang dilakukan dengan cara peningkatan kualitas pendidikan yang terjangkau sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap, dan kemampuan masyarakat. Model pendidikan non-formal yang dimiliki oleh sebagian 

Kota Malang sebagai Kota Pendidikan

Kota Malang merupakan potensi daerah yang memiliki nilai jual dan daya saing baik di tingkat regional maupun nasional. Dalam era globalisasi dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi perubahan yaitu dengan adanya tuntutan masyarakat memperoleh fasilitas pendidikan yang baik dan berkualitas. Upaya yang dilaksanakan adalah dengan menciptakan visi dan misi pendidikan Kota Malang, menjalin mitra dengan lembaga perguruan tinggi baik dalam bidang pengkajian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun dalam pengembangan kualitas Kota Malang pada umumnya.Kota Malang sebagai Kota Pendidikan, dipenuhi oleh berbagai sekolah, kampus perguruan tinggi, lembaga pendidikan non formal atau tempat-tempat kursus, serta sejumlah pondok pesantren. Kota Malang juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang cukup memadai, fasilitas tersebut seperti tempat pemondokan, toko buku, super market, plaza, pusat pelayananan kesehatan masyarakat serta fasilitas penunjang lainnya. Adanya angkutan umum (transpotasi) yang tersedia ke penjuru kota (memiliki 25 jalur), yang menghubungkan 3 (tiga) terminal yang ada di Kota Malang, yaitu terminal Arjosari (arah Surabaya), terminal Gadang (arah Blitar), terminal Landungsari (arah Jombang/Kediri). Krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa dampak ekonomi yang sangat berat bagi warga Kota Malang. Hal ini ditandai dengan meningkatnya angka pengangguran dan menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi. Namun dengan segala keyakinan dan senantiasa memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, maka krisis yang berkepanjangan ini sedikit-demi sedikit dapat teratasi. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi krisis tersebut adalah dengan menciptakan lapangan kerja dan usaha yang seluas-luasnya serta menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar kerja.

KOTA PENDIDIKAN

Melalui Tri Bina Cita Kota Malang yang merupakan 3 sasaran pembangunan Kota Malang, maka diharapkan Kota Malang dapat menjadi Kota Pendidikan yang merupakan persyaratan utama bagi kemajuan sebuah daerah atau bangsa dengan berbagai fasilitas pendidikan yang perlu disediakan oleh Pemerintah dalam rangka mendukung perberdayaan sumber daya manusia (SDM), sekaligus sebagai motor penggerak utama pembangunan di daerah tersebut. Pembangunan pendidikan di Kota Malang dilaksanakan secara terpadu dengan mengacu kepada visi misi Pendidikan Kota Malang yang didukung oleh semua pihak. Tanggung jawab keberhasilan pendidikan tidak hanya berada pada pemerintah, namun juga menjadi perhatian dan tanggung jawab semua lapisan masyarakat Kota Malang. Kerjasama bidang pendidikan juga dibangun melalui kerjasama dengan berbagai lembaga pendidikan lainnya, seperti menjalin mitra kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi (PT), baik dalam bidang pengkajian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maupun dalam pengembangan kualitas Kota Malang pada umumnya. Kota Malang juga berhasil melaksanakan Program Manajemen Berbasis Sekolah, penyelenggaraan gugus sekolah serta mampu mengembangkan Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Kelas Layanan Khusus (KLK) yang bertujuan untuk mengentaskan permasalahan sosial masyarakat, seperti permasalahan anak- anak jalanan untuk memperoleh akses pada dunia pendidikan.
Predikat Kota Pendidikan di Kota Malang juga diperkuat dengan telah dibangunnya Kota Malang sebagai “Cyber City”. Di Kota Malang sangat mudah untuk mengakses internet dalam satu jaringan yang dipelopori VEDC dengan nama MJC (Malang Joint Campus). Berkaitan dengan Information Communication Technology (ICT), Kota Malang sering melakukan berbagai kegiatan perlombaan dan pameran IT, seperti perlombaan membuat blog, sehingga Kota Malang mendapat julukan sebagai “Kota Pintar” atau “Smart City”.

Kota Malang Kota Pendidikan

Kota Malang merupakan potensi daerah yang memiliki nilai jual dan daya saing baik di tingkat regional maupun nasional. Dalam era globalisasi dunia pendidikan menghadapi berbagai tantangan dalam menghadapi perubahan yaitu dengan adanya tuntutan masyarakat memperoleh fasilitas pendidikan yang baik dan berkualitas. Upaya yang dilaksanakan adalah dengan menciptakan visi dan misi pendidikan Kota Malang, menjalin mitra dengan lembaga perguruan tinggi baik dalam bidang pengkajian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun dalam pengembangan kualitas Kota Malang pada umumnya.
Kota Malang sebagai Kota Pendidikan, memiliki banyak sekolah, kampus perguruan tinggi, lembaga pendidikan non formal atau tempat-tempat kursus, serta sejumlah pondok pesantren. Kota Malang juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang cukup memadai, fasilitas tersebut seperti tempat pemondokan, toko buku, super market, plaza, pusat pelayananan kesehatan masyarakat serta fasilitas penunjang lainnya. Juga adanya angkutan umum (transpotasi) yang tersedia ke penjuru kota dan memiliki 25 jalur, yang menghubungkan 3 (tiga) terminal yang ada di Kota Malang, yaitu terminal Arjosari (arah Surabaya), terminal Gadang (arah Blitar), terminal Landungsari (arah Jombang/Kediri).
Sehingga dengan adanya pelayanan transportasi dapat memudahkan para pelajar untuk berangkat ke sekolah maupun pulang sekolah. Umumnya, di setiap sekolah, perguruan tinggi, dan tempat-tempat kursus di Kota Malang ada beberapa angkutan umum yang lewat jalur tersebut. Selain layanan transportasi umum, juga ada tempat kos/rumah kontrakan yang berada disekitar lokasi kampus atau SMA/SMK yang juga memudahkan bagi siswa/i maupun mahasiswa/i yang berasal dari luar kota. Tempat kos/rumah kontrakan ini juga membantu pelajar menjadi mandiri

Tsunami Early Warning System (TEWS) Ciptaan Tim Peneliti Tsunami UB

Berdasarkan fakta bahwa Indonesia masih memiliki teknologi yang minim dalam hal ancaman tsunami, Tim Peneliti Tsunami dari Universitas Brawijaya menciptakan sebuah 'Alat Pendeteksi Tsunami' yang bernama Tsunami Early Warning System (TEWS). Meskipun masih prototype, TEWS ciptaan milik Tim Peneliti Tsunami UB ini sudah dipatenkan. Pengembangan proyeknya kelak akan disebar di pantai selatan Jawa Timur.

Tim Peneliti Tsunami UB sendiri terdiri atas Arief Andy Subroto, ST., Mkom dosen PTIK, Dr. Sunaryo, S.Si., M.Si dosen FMIPA, Dr. Ery Suhartanto, ST., MT dosen Teknik Pengairan UB. Kemudian dibantu oleh 4 asisten yang berasal dari civitas akademisi dan Mahasiswa UB serta bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.

TEWS sendiri dibagi menjadi dua alat. Yakni, Stasiun Pantau yang berfungsi menangkap sinyal jika ditemukan data getaran minimal 6 skala richterer dan penurunan tinggi air laut secara tajam setinggi 2 meter dalam tempo yang singkat. Alat ini dilengkapi oleh sensor ketinggian air laut dan sensor getaran. Sedangkan Stasiun Alarm berfungsi sebagai penerima sinyal maksimal sejauh 9 km bila tidak ada halangan dari stasiun pantau dan akan mengaktifkan lampu rotari, sirine serta memberikan SMS kepada server, BPBD, dan perwakilan warga setempat akan peringatan tanda bahaya tsunami.

Stasiun pantau diletakkan sejauh kurang lebih 500 meter dari pemukiman warga. Sementara stasiun alarm diletakan di gardu warga. Setelah alat sudah siap, tim mencoba mengirimkan sinyal akan surutnya air laut dan getaran yang direkayasa melalui Radio Frequency. Hasilnya, stasiun alarm menerima sinyal sehingga sirine dan lampu rotari bekerja meskipun suara sirine kurang maksimal akibat reduksi suara gelombang ombak dan angin. Juga, sinyal dari stasiun pantau mengirimkan pesan kepada ponsel tim peneliti.

Dengan demikian, warga memiliki durasi waktu 15 menit untuk menyelamatkan diri. Sebab TEWS aktif pada menit pertama dari 15 menit gejala tsunami yang dideteksi alat ini.

KM-Sys, Sistem Kos Online Malang

Malang adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang terbesar setelah Kota Surabaya, baik dalam segi wilayah maupun populasi. Malang memiliki julukan sebagai kota bunga, kota pendidikan, kota industri, dan kota pariwisata.
Malang sebagai kota pendidikan sudah tidak asing terdengar di telinga kita. Banyaknya populasi pelajar dan mahasiswa di kota Malang menjadikan Malang sebagai kota pendidikan kedua di Indonesia setelah Yogyakarta. Pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Malang juga banyak yang berdatangan dari berbagai penjuru di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Malang sebagai kota pendidikan masih dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Dari situs resmi Kota Malang, dikemukakan bahwa Malang memiliki situasi kota yang tenang, penduduknya yang ramah, harga makanan yang relatif murah, dan fasilitas pendidikan yang memadai sangat cocok untuk belajar/menempuh pendidikan.
Pencitraan Malang sebagai kota pendidikan dapat merambah pada pendidikan bagi penyandang disabilitas dan anak-anak kurang mampu dalam segi ekonomis. Artinya, semua orang berhak mendapatkan pendidikan. Karena dasar inilah, maka penguatan pencitraan Kota Malang dapat diwujudkan dalam pengembangan sistem, yaitu sistem untuk pelajar dan sistem untuk penyandang disabilitas dan anak-anak kurang mampu dengan konteks pendidikan sebagai berikut.
KM-Sys
KM-Sys, atau KostMalang System, adalah sistem yang dibuat dengan tujuan memudahkan pelajar (siswa atau mahasiswa) yang mencari kost di Malang. Sistem ini nantinya akan berbentuk layanan pesan teks dan halaman website. Sistem ini diperuntukkan bagi para pelajar, khususnya pelajar dari luar kota, yang baru pertama kali studi di Malang, maupun yang akan melanjutkan studinya di Malang, untuk menemukan kost-kost yang dapat ditinggali. Banyak calon pelajar yang berasal dari luar kota yang baru pertama kali datang ke Malang mengalami kesulitan untuk mencari kost yang tepat dan dekat dengan tempatnya menempuh studi. Dengan adanya sistem ini, akan sangat membantu para pelajar untuk menemukan dengan lebih cepat dan tepat kost-kost yang dapat ditinggali. Adapula anak kost di Kota Malang memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Malang yang mencapai 6,7% pada 2011 lalu atau tertinggi tingkat nasional. Artinya, dengan mengadakan sistem yang lebih terarah seperti ini, akan sangat membantu peningkatan perekonomian di Kota Malang, dan semakin menarik para pelajar untuk melanjutkan studi di Malang karena mudahnya mengakses kebutuhan tempat tinggal. Kost-kost yang ada di kota Malang harus terdaftar pada bagian khusus informasi KM-Sys (operator khusus yang dibentuk untuk menjalankan sistem ini), lengkap dengan alamat, foto kost yang bersangkutan, harga, fasilitas, dan jarak dengan spot-spot umum, seperti sekolah/kampus, mall/pertokoan, tempat penjualan makanan (warung, rumah makan, dll.). Jika pencari kost menggunakan layanan pesan teks, maka tidak ditarik biaya (gratis), tetapi hanya akan menerima informasi mengenai alamat kost. Jika pencari kost langsung mengakses web KM-Sys, yaitu MMK (Mari Mencari Kost Web) maka informasi akan jauh lebih lengkap.
Copyright 2013 (c) eNews